JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Uji Karbohidrat"

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

 

 


 

 

DISUSUN OLEH:

LUTFI PRAIDHA AMYARSITA

(A1C118015)

 

DOSEN PENGAMPU:

Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

                                I.            Judul               : Uji Karbohidrat

                             II.            Hari, tanggal   : Kamis, 03 Desember 2020

                          III.            Tujuan             :

Adapun tujuannya yaitu:

-          Dapat mengenal beberapa karbohidrat yang lazim dan sifat fisinya

-          Dapat mngetahui perbedaan sifat fisis dan kimia dari monosakarida, disakarida dan polisakarida

-          Dapat menghubungkan reaksi karbohidrat dengan kimiawi dasar dari gugus fungsinya

-          Dapat mempelajari beberapa reaksi karbohidrat yang penting dalam metabolisme

 

                          IV.            Landasan Teori

Kabohidrat diartikan sebagai senyawa yang memiliki rumus molekul Cn(H2O)n. karbohidrat juga merupakan turunan dari aldehid  atau  keton dari alcohol polihidroksi ataupun senyawa turunan sebagai hasil dari hidrolisis senyawa kompleks. Karbohidrat juga yang dihasilkan oleh tanaman merupakan cadangan makanan yang tersimpan di dalam akar, batang, dan juga bijinya sebagai pati (amilum). Karbohidrat yang ada di dalam tubuh manusia dan juga hewan bisa dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak dan sebahagian besar didapat dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Sirajuddin dalam Tim Kimia Organik II, 2020)

Menurut Preston (1987) dalam Amrullah (2015) karbohidrat non structural ada atas beberapa komponen karbohidrat seperti glukosa, fruktosa dan juga maltose, senyawa tadi termasuk ke dalam komponen bahn ekstrak tanpa Nitrogen (BETN) dan termasuk senyawa karbohidrat yang mudah atau gampang dicerna di dalam system pencernaan ternak ruminant.

Karbohidrat adalah sumber tenaga utama pada manusia, yang menyediakan 4 kalori energy pangan per gram. Karbohidrat memiliki perana yang sangat penting di dalam menentukan karakteristik bahan makanan, seperti contohnya warna, rasa, tekstur dan lain-lain. Sedangkan di dalam tubuh, karbohidrat berfungsi untuk mencegah terjadinya pertumbuhan ketosis, pemecahan tubuh protein yang berlebih, kehilangan banyak mineral dan berguna juga untuk membntu proses metabolisme lemak dan juga protein (Fessenden, 1990)

Pada senyawa yang termasuk karbohidrat memiliki gugus fungsi –OH, gugus fungsi aldehid atau gugus fungsi keton. Struktur karbohidrt selalin memiliki hubungan daerah sifat kimia yang ditentukan dengan sifat fisika, dalam hal ini juga aktiis optic. Seorang ahli kimiawan berpendapat bahwasanya molekul glukosa, kelima atom karbonnya yang pertama dengan atom oksigen, bisa membentuk cincin segi enam. Oleh karenanya, diusulkanlah penulisan rumua struktur karbohidrat sebagai cincin furan ataupun piran (Fitri, dkk. 2020)

Suatu disakarida merupakan jenis karbohidrat yang tersusun dari 2 satuan monosakarida yang disatukan oleh uatu hubbungan gikosida dari karbon 1 dari glikosida ke OH satuan lain. Cara ikatan yang sering adalah hubungan glikosida alfa atau beta dari satuan pertama ke gugu 4-hidroksil dari satuan ke dua. Hubungan ini disebut dengan suatu ikatan 1,4-alfa atau beta, tergantung juga pada stereokimia pada karbon glikosida (Sastroamidjojo dan Hardjono, 2005)

 

                             V.            Alat dan Bahan

5.1  Alat

-          Filler                      - pipet volume             - pipet tetes

-          Tabung reakssi      - spirtus                       - gelas kimia 100 dan 200 ml

-          Gelas dan thermometer                             - pengaduk kaca

-          Mortar                   - tabung reaksi             - stopwatch

5.2  Bahan

-          Asam sulfat           - selulosa (pati)            - NaOH

-          HCl                       - pereaksi Molisch       - pereaksi Iod

-          Larutan iod           - pereaksi Tollens        - pereaksi basa kuat

-          Pereaksi Bennedict                                   - pereaksi fehling

-          Aquadest

 

                          VI.            Prosedur

6.1  Uji Molisch

-          Tabung reaksi di isi 5ml larutan gula (Glukosa, selulosa, zat pati dalam air)

-          Ditambahkan 1 tetes pereaksi Molisch auk perlahan

-          Tabung dimiringkan lalu ditambah 5ml asam sulfat pekat

6.2    Reaksi Glukkosa

a.       Dengan Pereaksi Fehling

-          Tabung reaksi si isi 2 ml larutan fehling A dan 2 ml larutan fehling B + bberapa tetes glukosa

-          Dikocok erlahan, masukkan ke penangas, amatii reaksi yang terjadi

b.      Dengan Pereaksi Benedict

-          Tabung reaksi di isi 2 ml benedict + beberapa tetes glukosa dan diaduk perlahan

-          Dimasukkan ke dalam oenangas air lihat apa yang terjadi

c.       Dengan Pereaksi Tollens

-          Tabung reaksi di isi 2 ml pereaksi Tollens, + beberapa tetes glukosa

-          Di aduk kemudian taruh di penangas air mendidih, lalu perhatikan apa yang terjadi.

d.      Uji Iod

-          Tiap sampel, dimasukkan ke tabung reaksi sebanyak 5ml

-          Ditambahkan larutan iod sebanyak 5 tetes, lihat apa yang terjadi

e.       Dengan Basa Kuat

-          Tabung reaksi diisi 2 ml glukosa 10% dan 0,5 ml NaOH 25% di aduk

-          Dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit, perhatikan rupa dan aromanya

f.       Reaksi Sukrosa

-          Dilarutakan 1,5 gr sukrosa ke 200 ml air.

-          Lalu lakukan percobaan seperti percobaan B dengan sukrosa sebagai pengganti glukosa

g.      Reaksi Laktosa

-          Dilarutkan 1,5 gr laktosa ke 200 ml air, \lalu lakukan percobaan seperti percobaan B dengan menggunakan laktosa sebagai pengganti dari glukosa.

6.3    Reaksi  Pati

-          Dihaluskan 0,5 gr pati + sedikit air sampai terbentu seperti pasta

-          Pindahkan ke gelas piala + air dan dilakukan dekantasi sebanyak 3 kali sampai cairan diatas endapan berwarna bening

-          Pati di cuci,dipindahkan ke gelas piala dengan isi 100 ml air mendidik sambil di aduk

-          Lalukan pecobaan pati dengan pereaksi fehling, basa kuat dan pereaksi iod

-          Digunakan 2 ml larutan suspense zat pati untuk setiap percobaan

6.4         Reaksi Pati yang Dihidrolisis

-          Dimasukkan 10 ml pati sisa ke tabung reaksi + 1 ml HCl pekat dan dipanaskan

-          Jika suhu mencapai 80oC, teteskan sedikit cairan itu ke iodium dan sebuah lemeng penguji warna

-          Pemanasan dilanjutkan sampai larutan mendidih, sambil setiap menit dilakukan uji warna

-          Dilakukan uji ini sampai 5-6 kali, atau sampai tidak terjadi perubahan warna lagi

-          Dinetralkan larutan pati dengan larutan NaOH 10% kemudian uji dengan pereaksi Fehling

Berikut link video untuk percobaan Uji Karbohidrat

https://youtu.be/HxyvyEL2NwE

Pertanyaan

1.      Bagaimanakah sifat gelatinisasi dari pati?

2.      Bagaimanakah definisi karbohidrat secara kimia?

3.      Bagaimanakah sifat fungsional yang dimiliki oleh amilosa dan amilopektin?

 

Komentar

  1. Baiklah saya Mashita (083) akan mencoba menjawab permasalahan no 2
    Karbohidrat disini merupakan turunan dari aldehid atau keton dari alcohol polihidroksi ataupun senyawa turunan sebagai hasil dari hidrolisis senyawa kompleks. Karbohidrat yang ada di dalam tubuh manusia dan juga hewan bisa dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak dan sebahagian besar didapat dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  2. Saya Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073 ingin mencoba menjawab permasalahan ke 1

    Sebagimana kita tau bahwa Gelatinisasi merupakan perubahan yang terjadi pada granula pati pada waktu mengalami pembengkakan yang luar biasa dan tidak dapat kembali ke bentuk semula.
    Gelatinisasi disebut juga sebagai peristiwa koagulasi koloid yang mengakibatkan terperangkapnya air.

    BalasHapus
  3. amilosa dan amilopektin sifat khusus yang dimiliki adalah dimana pada amilosa yaitu sifatnya larut dalam air sebaliknya sedangkan amilopektin memiliki sifat yang tidak larut dalam air.terimakasih mohon maaf jika ada kesalahan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK III "Uji Lemak"

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol"