LAPORAN KIMIA ORGANIK II "Pembuatan Senyawa Organik Asam Asetil Salisilat (Aspirin)"

 

       I.            Data Pengamatan

NO

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1

Dimasukkan asam salisilat 5 gram ke dalam labu, lalu ditambahkan larutn asam asetat 1:1 (20 ml asi : 20 ml asam asetat). Kemudian ditambahkan asam sulfat oekat sebanyak 1 ml (20 tetes).

Penambahan asam sulfat disini berfungsi sebagai katalisator, yaitu untuk mempercepat terjadinya suatu reaksi

Dihasilkan larutan berwarrna putih keruh

2

Kemudian, larutan direfluks sampai terjadi perubahan warna

Dilakukan proses refluks bertujuan untuk menyempurnakan hasil reaksi

Terjadi perubahan warna larutan dari putih keruh menjadi bening

 

           II.     Pembahasan

   Untuk percobaan kali ini, praktikan melakukannya di laboratorium. Kali ini percobaannya praktikan membuat Senyawa Organik Asam Asetil Salisilat (Aspirin) yang berbahan dasar asam salisilat. Asam salisilat ialah suatu senyawa turunan dari asam benzoate yang mana meruakan asam lemah dengan sifatnya yang sukar larut dalam udara. Asam salisilat yang dipakai disini yaitu sebanyak 5 gram. Asam salisilat yang sudah disiapkan tadi kemudian dimasukkan ked lam labu lalu ditambahkan larutan asam asetat (CH3COOH) sebanyak 1:1 dengan air, yaitu 20 ml air dan 20 ml asam asetat. Setelah itu ditambahkan lagi dengan asam sulfat H2SO4 sebnayak 1 ml (20 tetes).    

   Dengan ditambahkannya asam sulfat disini berfungsi sebagai katalisator, yang digunakan untuk mempercepat suatu reaksi juga sebagai penghidrasi. Setelah pencampuran ketiga zat tadi hasil ang didapat yaitu larutan yang berwarna putih keruh. Lalu larutan tadi di refluks dengan diaduk sesekali, seharusnya pengadukan menggunakan bijih magnet tetapi praktikan melakukannya dengan pengadukan manual, yang dilakukan beberapa kali. Tujuan dari dilakukannya refluks disini ialah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Dari proses refluks ini dihentikan dengan ditandai larutan yang tadinya berarna putih keruh menjadi bening. Proses pembuatan aspirin tidak dilanjutkan lagi karena keterbatasan waktu, jadi praktikan hanya sampai pada proses refluks, dimana larutan yang sudah direfluks tadi setelah didiamkan beberapa saat warnanya kembali putih keruh, ini menandakan bahwa reaksi yang terjadi adalah reaksi yang bolak balik (Reversible). Sintesis asam asetil salisilat adalah suatu proses reaksi eserifikasi. Reaksi esterifikasi ialah reaksi antara asam karboksilat dengan alcohol yang akan menghasilkan ester. Aspirin ialah salisilat ester yang bisa disintesis menggunakan asam asetat yang memiliki gugus fungsi (-COOH) dan adam salisilat yang memiliki gugus fungsi (-OH).

 

 III.            Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa diambil dari percobaan ini ialah:

1.    Pembuatan asam asettil salisilat dari bahan baku asam salisilat dan asam asetat dengan penambahan katalis asam sulfat yang kemudian di refluks, sehingga larutan yang awalnya berwarna putih keruh menjadi bening.

2.    Pada sintesis aspirin, reaksi yang terjadi ialah reaksi esterifikasi. Yang bersifat reversible.

 

 IV.            Daftar Pustaka

Fessenden, R dan Fessenden, J. 1982. Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Irwandi, D. 2014. Experiment’s of Organic Chemistry. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah.

Iskandar, D. dan Susy, Y. 2016. Sintesis Senyawa Asetil Vanilat Sebagai Komponen Senyawa Analgesik. Jurnal ILMU DASAR. Vol. 7, No. 2.

Kristian, R. 2007. Asam Salisilat dai Fenol. Banten : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Rehana dan Ade, M. 2016. Perbandingan Stabilitas Aspirin dalam Asam Klorida dan dalam Dapar Fosfat Sebagai Parameter Pemilihan Medium Disolusi. Jurnal Acta Pharmaciae Indonesia. Vol. 4 No. 2.

Tim Dosen Pratikum Kimia Organik II.2020.  Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.


    V.            Pertanyaan

1.    Apa yang menandakan proses refluks sudah bisa dihentikan?

2.    Bagaimana reaksi esterifikasi pada percobaan ini bisa terjadi, coba jelaskan dengan menyertakan reaksinya?

3.    Bagaimana proses refluks tidak dilakukan, apakah akan mempengaruhi hasil asam oksalat nantinya?

 

 VI.            Lampiran


Dimasukkan asam salisilat ke dalam labu

 


Setelah asam salisilat dditambahkan asam asetat dan asam sulfat dilanjutkan dengan proses refluks dan sambil diaduk


Hasil yang didapat setelah direfluks. (kiri) tidak berhasil karena menggunakan piridin bukan asam sulfat. (kanan) berhasil karena menggunakan asam sulfat dan prosesnya reversible sedangkan yang satu lagi tidak.

 

 

Komentar

  1. Assalamualaikum wr wb saya adinda putri akan Nim A1C118008 ,akan menjawab permasalahan no 1 dimana yang menandai berhenti nya refluks ialah terjadinya perubahan warna .dimana tujuan refluks disini untuk menyempurnakan hasil .. terima kasih

    BalasHapus
  2. Saya Yupita Sri Rizki akan mencoba menjawab no 3 menurut saya jika proses refluks tidak dilakukan kita bisa melakukan reaksi ini dengan cara lain,atau bisa di katakan dengan cara yang biasa,ini sebenarnya tidak berpengaruh terhadap hasil nya,jika kita melakukan proses dengan benar.terimakasih

    BalasHapus
  3. Saya Risa Novalina Ginting (070) akan menjawab permasalahan no 2
    Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan ester. Reaksi esterifikasi pada umumnya menggunakan asam anorganik seperti H2SO4 sebagai katalisator . Dalam percobaan ini, dicampurkan asam salisilat dan asam asetat an-hidrat. Digunakan asam asetat an-hidrat, karena asam asetat anhidrat memiliki gugus asetil yang merupakan leaving group yang lebih baik dibandingkan gugus hidroksi pada asam asetat, asam asetat anhidrid akan menyerang nukleofil yang ada pada asam salisilat.
    Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK III "Uji Lemak"

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Uji Karbohidrat"

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol"