JURNAL PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

 


 


DISUSUN OLEH:

LUTFI PRAIDHA AMYARSITA

(A1C118015)

 

DOSEN PENGAMPU:

Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

       I.            Judul              : Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol

    II.            Hari, Tanggal: Kamis, 12 November 2020

 III.            Tujuan           :

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:

·      Dapat memahami reaksi oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak memiliki H alfa

·      Dapat memahami reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat

·      Dapat mempelajari pembuatan asam benzoate dan benzyl alcohol

 

 IV.            Landasan Teori

Asam benzoat adalah senyawaa organic ayng berwujud padat memiliki warna putih dan juga memiliki bau yang menyengat dengan titik leleh yang mencapai 122-1230C. asam benzoate memiliki bentuk Kristal yang monoklin. Didalam kehidupan sehari-hari asam benzoate ini banyak sekali digunakan sebagai bahan pengawet makanan dan juga bahan obat-obatan. Benzyl alcohol jika ada suhu kamar akan berwujud cair dan tidak berwarna. Kedua senyawa tadi bisa dibuat bersamaan dari bahan benzaldehid yang ditambahkan dengan basa kuat lalu dipanaskan. Benzaldehid yaitu senyawa aldehid dengan gugus fungsi karbonil yang bisa mengalami reaksi adisi nukleofilik seperti pada OH, CN, NH3, ino C- (ion karban) dan lainnya. Ion karban bisa didapatkan dari reaksi senyawa aldehid yang mempunyai H alfa dengan suatu basa kuat. Jika senyawa aldehid yang tidak memunyai H alfa tidak akan mengalami reaksi tersebut, pada penambahan basa kuat ke senyawa ini akan terjadi reasi reduksi nantinya akan dihasilkan senyawa alcohol dan juga garam karboksilat (Tim Praktikum Kimia Organik II, 2020).

Asam benzoate bisa juga disebut dengan senyawa antimikroba dengan tujuan penggunaan zat pengawet ini dalam makanan bisa untuk mencegah terjadinya pertumbuhan khamir dan juga bakteri terutama pada makanan yang kemasannya sudah dibuka. Untuk penggunaanya asam benzoate diberikan batasan, karena untuk menghindari terjadinya keracunan akibat berlebihan mengonsumsi makanan yang mengandung asam benzoate. Mengomsumsi asam benzoate secara berlebih itu sangat tidak dianjurkan dikarenakan oengawet yang bisa masuk kektubuh akan semakin bertambah jika sering dikonsumsi, apalagi jika dikonsumsi berbarengan dengan makanan lain yang juga mengandung asam benzoate. Untuk tubuh manusia dosis toksiknya adalah 6 mg/hari berat badan melalui injeksi kulit tetapi jika untuk pemasukan melalui mulut bisa sebanyak 5 mg – 10 mg/hari dan selama beberapa hari asam benzoate didalam tubuh itu tidak akan memberikan dampak negative bagi kesehatan tubuh (Astawan, 2015)

Suatu aldehid aromatic dengan alifatik yang tidak mmpunyai gugus H alfa bisa mengalami dua reaksi jika direaksikan dengan NaOH, yaitu reaksi oksidasi dan juga reaksi reduksi. Aldehid yang mengalami reaksi oksidasi ini nantinya akan menghasilkan produk alcohol primer. Reaksi yang dialami oleh aldehid ini dinamakan juga dengan reaksi Cannizaro (Fessenden, 1997)

Penggunaan katalis NaOH akan menghasilkan densitas yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan katalis NaOH bersifat basa kuat sehingga akan mengalami reaksi Cannizaro. Reaksi Cannizaro adalah suatu reaksi disproporsionasi formaldehid menjadi ama format dan methanol (Ratnaningtyas dalam Syaichurrozi, dkk. 2016).

Reaksi pembuatan benzyl alcohol dan asam benzoate yang bisa dilakukan menggunakan reaksi Cannizaro yaitu dengan menggunakan bahan dasar benzaldehid dan juga kalium hidrokida yang dijadikan sebagai kataliss. Reaksi Canniaro ini adalah reaksi disproporsionasi dari suatu aldehida menjadi asam karboksilat dan juga alcohol primer. Asam hidroksi benzoate dapat sebagai bentuk isomer orto, meta dan juga para. Isomer orto adalah isomer dari asam salisilat dan turunanya-turunannya yaitu natrrium salisilat, yang mana ester dari gugus hidroksilnya seperti metal salisilat (Hart, 2003).

 

    V.            Alat dan Bahan

5.1     Alat

-          Erlenmeyer 250 ml

-          Pendingin air (kondensor)

-          Labu dasar datar 3300 ml

-          Labu destilasi

-          Corong pisah

-          Thermometer

 

5.2     Bahan

-          27 gr KOH padat

-          20 ml lautan natrium bisulfit

-          75 ml asam klorida pekat

-          29 ml benzaldehid

-          10 ml larutan natrium karbonat

-          120 ml eter

-          5 gr MgSO4

 

 VI.            Prosedur Kerja

-          Dilarutkan 27 gr KOH dalam 25 ml air di Erlenmeyer.

-          Dituangkan larutan tadi ke labu datar berisi 29 l benzaldehid yang baru didestilasi, aduk sampai terjadi emulsi lalu diamkan selama 10 jam.

-          Ditambahkan air kira-kira 110 ml untuk melarutkan endapan benzoate.

-          Dipindahkan larutan ke corong pisah, lalu ekstraksi sebanyak 3 kali, masing-masing dengan 30 ml eter. Kocok kuat-kuat. Diamkan sebentar sampai terjadi dua lapisan.

-          Dipisahkan kedua lapisan tadi, lalu tiap lapisan tadi dilakukan proses tertentu.

-          Untuk lapisan eter (lapisan atas) dimasukkan k labu destilasi, untuk memisahkan eternya dengan cara destilasi sampai volumenya 300 ml. dinginkan sisa destilasi dan kocok beberapa kali lalu ditambahkan 5 ml larutan jenuh natrium bisulfit, untuk menghilangkan benzaldehud yang ada.

-          Dicuci dengan 10 ml larutan natrium karrbonat (10%), lalu keringkan dengan menambhakan anhidrida magnesium sulfat

-          Disaring dan distilatnya langsung ditampung pada labu diitilasi.

-          Untuk larutan dalam air (lapisan bawah) yaitu kalium benzoate disimpan ke suatu campuran 75 ml asam klorida pekat dalam 75 ml air sambil diauk dan tambahkan 100 gr es. Terjadi endapan asam benzoate, disaring lalu cuci dengan air dan uapkan untuk menghasilkan kristalnya, dan uji titik lelehnya.

Berikut adalah link video Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol

https://youtu.be/qEBC204WTKs

Pertanyaan

1.      Apa tujuan didiamkannya campuran dari kalium hidroksida san benzaldehid selama 10 jam? Bagaimanakah hasilnya jika tidak didiamkan selama 10 jam?

2.      Di prosedur dilakukan pencucian dengan menggunakan 10 ml larutan natrium karbonat 10%, apakah ada larutan lain yang bisa menggantikan natrium karbonat untuk melakukan pencucian dalam percobaan ini?

3.      Pada pembuatan asam benzoate dan benzyl alcohol reaksi apakah yang terjadi dan bagaimana reaksinya bisa terjadi?

 

 

 

Komentar

  1. baiklah saya Palma L Lubis izin menjawab permasalahan no 3 Reaksi pembuatan benzyl alcohol dan asam benzoate adalah reaksi Cannizaro yaitu dengan menggunakan bahan dasar benzaldehid dan juga kalium hidrokida yang dijadikan sebagai kataliss.Terimaksih

    BalasHapus
  2. saya akan menjawab pertanyaan no 2,menurut saya bisa saja di gantikan dengan larutan lain hanya saja hasil nya nanti kurang optimal.seperti yang kita ketahui bahwa Dapat digunakan untuk membedakan ion logam yang lain, yang akan diendapkan dengan ion karbonat. Dapat membedakan ion tembaga, besi, kalsium, seng, dan timbal. Larutan natrium karbonat ditambahkan pada garam metal. Endapan biru menunjukan ion Cu2+. Endapan hijau kotor menunjukan ion Fe2+. Endapan kuning-coklat menunjukan ion Fe3+. Endapan putih menunjukan ion Ca2+, Zn2+, atau Pb2+. Ikatan yang terbentuk antara lain tembaga(II) karbonat, besi(II) karbonat, besi(III) oksida, kalsium karbonat, seng karbonat, dan timbal(II) karbonat. Endapan terbentuk karena hampir semua karbonat tidak mudah larut dalam air.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Muhamad Khoirul Abdillah (040) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
    Tujuan didiamkan selama 10 jam adalah untuk mengetahui apakah campuran ini mengendap atau tidak. Jadi jika kita tidak mendiamkan selama 10 jam, maka endapan yang didapat tidak sempurna sehingga mempengaruhi hasil yang didapatkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK III "Uji Lemak"

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Uji Karbohidrat"

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol"