JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)"

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

 

 


 

 

DISUSUN OLEH:

LUTFI PRAIDHA AMYARSITA

(A1C118015)

 

DOSEN PENGAMPU:

Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

       I.            Judul                          : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)

    II.            Hari, Tanggal            : Kamis, 19 November 2020

 III.            Tujuan                       :

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu

1.      Dapat menguasai teknik-teknik dari isolassi senyawa bahan aalam khususnya alkaloid

2.      Dapat mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan spesifik

 

 IV.            Landasan Teori

Kafein merupakan termasuk dalam senyawa alkaloid xantina dengan bentuk Kristal rasanya pahit dan bekerja sebagai obat perangsang prokiaktif dan diuretic ringan dann biasanya dapat ditemukan dalam kopi, the, coklat dan juga minuman lainnya seperti coca-cola. Kafein ini tergolong kelompo alkaloid dari jenis purin, yang mana pada strukturnya banyak mengandung Nitrogn yang terikat dalam struktur. Kaffein juga mempunyai efek fisiologis jika terdapat dalam darah yaitu bersifat stimulant. Ekstraksi kafein dari daun the itu akan lebih sulit karena kafein yang ada dalam daun itu bersama-sama dengan senyawa lain seperti tannin yang tidak larut di dalam air dan juga sulit dipisahkan dari alkaloid (Tim Kimia Organik, 2015)

Kafein adalah bagian dari golongan senyawa metilsantin, sedangkan bagiian lainnya dari senyawa ini biasa dikenal dengan troflin dan juga teobromin yang salah satu umber utamanya adalah berasal dari kopi. Kafein di dalam kopi bisa memberikan sinyak atau kode pada otak untuk lebih cepat merespon dan juga bisa dengan cepat mengolah memori pada otak (Fulder, 2004)

Senyawa metabolit sekunder memiliki lebih dari satu gugus fungsi didalamnya sehingga suatu tanaman bisa menunjukkan banyak manfaat dan juga bioaktivitas karena bisa bereaksi dengan lebih dari satu molekul. Senyawa metabolit yang ada pada makhluk hidup terkhusus pada tanaman adalah ciri dari adaptasi yang dibentuk atauun dimodifikasi olek seleksi alam selama mengalami evolasi. Menurut analisis filogenetik dan sistematik yang didasarkan pada karakter dari makroskopi dan juga mikroskopinya dapat dinyatakan bahwa senyawa metabolit sekunder yang ada dalam satu anggota family tanaman akan memiliki struktur senyawa yang mirip (Wink, 2003 dalam Lenny 2016)

Untuk melakukan proses isolasi ini pemilihann pelarut yang sesuai merupakan fakti yang sangat penting dalam prosedurnya yaitu saat proses ekstraksi menuju isolasi. Pelarut yang digunakan merupakan pelarut yang dapat yang bisa menyaring sebagai besar metabolit sekunder yang terdapat dalam simplisia. Sebagai contoh pelarut yang bisa digunakan yaitu etanol. Dimana etanol ini mempunyai rumus molekul C2H5OH, yang mana C2H5 adalah gugus dengan sifat nonpolar dan OH merupakan gugus yang bersifat polar, sehingga pelarut etanol ini akan bisa menarik kandungan kimia yang memiliki sifat polar. Selain itu juga, ekstraksi dengan pelaut etanol juga lebih aman jika dibandingkan dengan pelarut methanol (Kirana,J. dkk. 2019)

Alkaloid bisa diklasifikasi berdasarkan sumber dan juga gugus fungsi yang terjandung. Menurut Hegnauer alkaloid ini bisa digolongkann ke dalam 3 golongan yaitu alkaloid sesungguhnya, protoalkaloid dan juga psudoalkaloid. Alkaloid adalh suatu golngan senyawa organic yang meimpah dan terbanyak ditemukan dialam. Hamper semua dari alkaloid ini berasal dari berbagai jenis tumbuhan. Semua alkaloid itu mengandung atau memiliki atom nitrogen dengan sifat basa dan merupakan bagian dari cincin heterosiklik (Chairil, 1994)

 

    V.            Alat dan Bahan

5.1     Alat

-          Corong pisah 500 ml

-          Erlenmeyer

-          Corong Buchner dan akum

-          Pemanas mantel

-          Gelas kimia 500 ml

-          Corong gelas

 

5.2     Bahan

-          Kalsium karrbonat serbuk

-          Kloroform atau metilen klorida

-          Benzena

-          Petroleum benzene

-          Larutan NaOH 5%

-          Reagen Dragendroff

-          Reagen Wagner

-          Plat TLC

-          Ca(OH)2

 

 VI.            Prosedur Kerja

-          Dimasukkan 25 gr the kering ke Erlenmeyer lalu ditambahkan 250 ml air dan 25 gr CaCO3

-          Dipanaskan ditas uap air panas selama 20 menit, dan sewaktu-waktu di goncang

-          Didinginkan di suhu ruang, lalu saring dengan corong Buchner serta pengisapan sampai sisa padat ditekan kering

-          Dipindahkan filtrate nya ke corong pisah 500 ml

-          Dibiarkan dingin di suhu ruang, lalu diekstraksi 2 kali dengan 25 mll kloroform atau metilen klorida. Dengan hati-hati selama 5-10 menit. Apabila terjadi emulsi yang sulit dipisahkan maka coba tambahkan sedkit lagi pelarut.

-          Dismpan corong pada statif, dan diamkan sampai terbentuk dua lapisan

-          Ditampung semua larutan klroform ke tabung destilat di atas penangas air, sampai didapatkan larutan berwarna hijau

-          Didinginkan bertahap, sampai ada Kristal

-          Kristal tadi di rekristalisasi dengan melarutkan 5ml benzene panas dan ditambahkan 10 ml petroleum benzene

-          Dipisahkan ksrital dengan penyaring vakum

-          Lakukan lagi rekristalisasi dengan campuran pelaurt yang sama

-          Disaring dan ditimbang hasil Kristal kering yang didapat, dan tentukan titik lelehnya.

Adapun berikut link video untuk percobaan Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid) :

https://youtu.be/SjNbGUqfnRs

Pertanyaan:

    1. Kenapa pada prosedur ini dilakuka penambahan air, padahal sudah yang dijelaskan dalam landasan teori bahwa alkaloid tidak larut dengan air?

    2. ntuk proses rekristaisasi di prosedur menggunakan petroleum benzene, apakah bisa selain pelarut ini yang digunakan dalam proses rekristalisasi?

    3. Apa tujuan dari dilakukannya penambahan larutan kalsium karbonat?

 

 

Komentar

  1. Saya Bella Veronica (095) mencoba menjawab permasalahan no.1 pada prosedur ini dilakukan proses penambahan air itu mencoba melarutkan daun teh kering yang digunakan dan juga padatan CaCO3.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum wr wb. Baiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3, yaitu Fungsi penambah CaCO3 ini untuk mengikat bahan – bahan yang terdapat dalam sampel seperti kafein. Terima kasih

    BalasHapus
  3. Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073

    Menjawab permasalahan kedu
    proses rekristaisasi di prosedur menggunakan petroleum benzene, bisa pula selain pelarut ini yang digunakan dalam proses rekristalisasi. Namun pada umumnya pelarut ini yang di gunakan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK III "Uji Lemak"

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Uji Karbohidrat"

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol"