JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
LUTFI PRAIDHA AMYARSITA
(A1C118015)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)
II. Hari, Tanggal : Kamis, 26 November 2020
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari dilakukannya percobaan ini adalah:
1. Bisa menguasai teknik-teknik dariproses isolasi bahan alam terkhusus untuk senyawa Flavonoid
2. Bisa mengenal sifat-sifat kimia dari senyawa Flavonoid melalui reaksi-reaksi pengenalan
IV. Landasan Teori
Flavonoid itu adalah suatu kandungan yang khas tumbuhan hijau dan salah satu senyawa aktif yang biasanya dijadikan bahan untuk penelitian untuk megembangkan produk obat tradisional di Indonesia. Informasi penting terkait penyebaran flavonoid di dalam tumbuhan yaitu adanya kecenderungan kuat bahwasanya tumbuhan secara taksonomi berkaitan akan menghasilkan senyawa flavonoid yang jenisnya serupa atau sejenis. Maka informasi tanaman atau tumbuhan yang sering di teliti oleh peneliti didapatkan dengan cara melihat pustaka atau referensi mengenai flavonoid terdahhulu di dalam tumbuhan yang berkaitan, misalnya dari marga ataupun suku yang sama (Markham dalam Tim Kimia Organik II. 2020).
Tumbuhan adalah suatu keragaman hayati yang selalu ada di sekitar kita, bisa ituyang tumbuhnya secara liar ataupun tumbuhnya karena disengaja ataupun dibudidayakan. Sejak dahulu kala, tumbuhan memang sudah digunakan dan dipercaya sebagai tanaman obat, walaupun cara penyebarannya masih manual yaitu dari informasi mulut ke mulut dan diturunkan ke generasi selanjutnya (Yuniarti, 2008)
Flavonoid termasuk senyawa yang pola dikarenakan dia memiliki sejumlah gugus hidroksil yang tidak tersubstitusi atau terganti. Pelarut polar yang biasa digunakan yaitu adalah etanol,etilasetat, mtanol ataupun campuran dari beberapa pelarut yang sudah disebutkan sebelumnya yang berguna untuk mengekstrak flavonoid dari jaringan tumbuhan. Untuk pengambilan bahan aktif itu dari tumbuhan, biasa dilakukan proses ekstraksi. Didalam proses ini lah bahan aktif dalam tumbuhan akan terlarut oleh zat pencarinya tentu saja yang sesuai dengan sifat kepolarannya (Voight, 1994)
Selain itu flavonoid juga bersifat antioksidan. Antioksidan ini bisa menghambat proses terjadinya oksidasi yang muncul dikaenakan adanya reaksi radikal bebas yang membentuk senyawa tidak reaktif. Senyawa flavonoid ini aktif dalam menangkal radikal bebas yang ditentukan dari gugus fungsi –OH atau hidroksi. Jenis flavonoid yang bersift antioksidan antara lain: kalkon, flavonol, isoflavon dan flavanon (Ekawati, dkk, 2017)
Hasil penelitian dari Feranose (2009) dalam Nuri (2017), menyatakan bahwa flavonoid yang terdapat pada buah naga merah bisa ketahui berfungsi untuk menurunan kadar glukosa dalam darah. Senyawa flavonoid yang jenisnya isoflavon memiliki manfaat untuk mencegahh munculnya penyakit kanker prostat, menurunkan resiko terkena penyakit jantung, ginjal, osteoporosis dan juga diabetes.
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Lumpang
- Erlenmeyer 250 ml
- Gelas ukur
- Gelas kimia 200 ml
- Pipet tetes
- Plat tetes
- Tabung reaksi 20 buah
- Corong gelas
5.2 Bahan
- NaOH padat
- Iodine
- Brusin
- KI
- Heksan
- Methanol
- Shinoda
- Etanol
- Kloroform
- Pereaksi dragendroff
- Pereaksi meyerr
- Pereaksi Wagner
VI. Prosedur Kerja
- Simplisia tumbuhan sebanyak 0,5 gr di tumbuk tau dihaluskan dan diekstraksi dengan 10 ml etanol panas selamaa 5 menit di tabung reaksi.
- Kemudian di saing, lalu filtratnya ditambahkan beberapa tetes HCl pekat, + 0,2 gr bubuk magnesium (Uji Shinoda)
- Jika timbul warna merah tua itu bertanda sampel mengandung senyawa flavonoid
- Untuk uji flavonoid lainnya bisa di beri 2 tetes NaOH 10% ekstrak etanol tadi. Jika ada flavonoid maka warnanya menjadi kuning- orange merah
Berikut adalah link video untuk percobaan isolasi senyawa bahan alam (flavonoid)
Pertanyaan:
1. Mengapa pelarut yang digunakan untuk mengekstrak flavonoid merupakan pelarut yang polar?
2. Senyawa flavonoid ini terkandung paling banyak dibagian mana pada tumbuhan?
3. Adakah efek buruk dari senyawa flavonoid ini jika dijadikan obat tradisional?
Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Mengapa pada isolasi flavonoid ini digunakan pelarut yang bersifat polar karena senyawa flavonoid sendiri bersifat polar pula sehingga harus dilarutkan dengan pelarut yang bersifat polar seperti etanol sehingga diperoleh ekstrak yang sesuai dengan senyawa bahan alam yang ingin diisolasi. Terimakasih.
BalasHapusSaya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2 yaitu Flavonoid hampir terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk buah, akar, daun dan kulit luar batang. Terima kasih
BalasHapusBaiklah saya Vika Seputri (A1C118086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 3 menurut saya tidak ada efek buruk dari senyawa flavonoid jika dijadikan obat tradisional karena Menurut penelitian Kurniasari (2006) menyatakan bahwa sejumlah tanaman obat yang mengandung flavanoid telah di laporkan telah memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antivirus, antiradang, antielergi dan antikanker, di antaranya tanaman teki dan meniran. Manfaat flavonoid antara lain untuk melindungi
BalasHapusstruktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C,
antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai
antibiotik. Terimakasih 🙏🏻