JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Isolasi Senyawa Bahan Alam (Steroid dan Terpenoid)"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
LUTFI PRAIDHA AMYARSITA
(A1C118015)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Steroid dan Terpenoid)
II. Hari, Tanggal : Kamis, 26 Noember 2020
III. Tujuan :
Adapun tuuan dari dilakukannya percobaan ini yaitu sebagai berikut:
1. Dapat menguasai teknik-teknik dari isolasi bahan alam terkhusus untuk senyawa steroid dan terpenoid
2. Dapat mengenal sifat-sifat kimia dari terpenoid dan juga steroid yang ditandai dengan reaksi-reaksi pengenalan spesifik
IV. Landasan Teori
Terpenoid ini merpakan senyawa kimia yang memiliki beberapa unit isoprene. Terkadang kebanyakan dari terpenoid ini memiliki strukutr siklik dan juga memiliki satu atau lebih gugus fungsi. Terpenoid yang pada umumnya bisa larut dalam lemak da nada di dalam sitoplasma sel tanaman. Senyawa terpenoid juga sudah dikenalsebaga salah satu bahan alam yang banyak digunakan untuk obat. Sudah umum dan marak peran dari terpenoid Yng berasal dari tanaman ini seperti salah satunya yaitu menghambat pertumbuhan tumbuhan pesaingnya dan juga bisa sebagai insektisida terhadap hewan yang tinggi (Tim Dosen Kimia Organik II. 2020)
Pemanfaatan dari tanam-tanaman sebagai obat pada pengobatan tradisional sudah dikenal secara turun-menurun oleh warga dan memiliki hasil yang cukup efektif untuk penyembuhan berbagai penyakit. Tanaman memilliki jenis senyawa kimia, dimana mulai dari struktur dan sifat sederhana sampai yang sifat rumit dan juga unik itu berpotensi menjadi obat tradisional. Tritrpenoid terkandung banyak oada tanaman dikotil. Sellain itu triterpenoid ini merupakan senyawa yang tak berwarna, berbentuk Kristal dan juga memiliki titik leleh yang tinggi dan memiliki sifat optis aktif yang pada umumnya sulit dirincikan karena emiliki sifat kereaktifan kimia (Liniawati dan Chairul. 2019)
Steroid yaitu adalah termasuk salah satu golongan atau jenis senyawa ang lumayan penting dalamm bidang medis. Sudahh lebih dari 150 jenis steroid yang sudah terdaftar sebagai obat. Yang mana steroid dalam penggunaannya ini sebagai bahan pembuatan obat dan kontrsepsi, yang mana seperti androgen yang merupakan hormone steroid yangbisa menstimulasi organ seksual dari betina, dan juga drenokortikonoid digunakan untuk mencegah peradangan dan rematik (Suryelita. 2017),
Pemanfaatn dari metabolit sekunder baru-baaru ini semakin pesat dikenal terutama di dalam dunia kesehatan (obat) dan juga biopesisida. Selain dari itu di dalam perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan juuga, karena banyaknya kesulitan yang ditemukan dalam mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan dari morfologinya. Maka muncullah taksonomi yang berasalakan dari genetic dan juga taksonomi berdasarkan metabolit sekundernya yang biasa dikenal dengan kemotaksonomi (Sahidin. 2012).
Senyawa terpenoid itu adalah senyawa organic hidrokarbon yang kaya dihasilkan oleh tumbuhan. Terpenoid juga dihasilkan oleh serangga. Senyawa ini yang pada umumnya menghasilkan aroma yang kuat dan ha itu bisa melindungi tumbuhan itu sendiri dari herbivore dan predator lainnya. Terpenoid termasuk ke dalam komponen utama dalam minyak atsiri yang berasal dari berbagai tanaman dan bunga. Yang mana minyak atsiri inni sudah dikenal dan digunakan secara luas sebagai wewangian parfum dan juga dipakai dalam berbagai pengobatan aromaterapi (Tatang, 2019).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Pipet tetes
- Corong gelas
- Gelas ukur
- Lumpang
- Erlenmeyer 250 ml
- Tabung reaksi sebanayak 20 buah
- Plat tetes
5.2 Bahan
- KI
- Etanol
- Iodo\ine
- Pereaksi Meyer
- NaOH padat
- Pereaksi Dragendroff
- Kloroform
- Etanol
- Brusin
- Heksan
- Shinoda
VI. Prosedur Kerja
- Simplisia dari tumbuhan sebanyak 5 gr kering yang sudah di potong halus dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Kemudian tambahkan etanol dan diaduk dan dipanaskan di atas penangas air.
- Sesudah dipanasi lebih kurang 10menit, larutann tadi disaring dalam kedaan yang masih panas, dan filtrate nya diuapakan di evaporator atau bisajuga dengan penangas air sehingga akan diperoleh ekstrak etanol ayng pekat.
- Ekstrak etanol yang didapat lalu di triturasi dengan sedikit eter dan juga beberapa tetes eternya dimasukkann ke dalam 2 lubang plat tetes dan dibiarkan mongering.
- Lalu ditambahkan 2-3 tetes anhidrida asam asetat dan diaduk.
- Dengan hati-hati ditambahkan dengan 1 tetes asam sulfat pekat dan amatilah warna yang terbentuk
- Munculnya warna merah ataupun merah keunguan yang tidak onsisten atau tidak stabil itu kemungkinan terdapat senyawa triterpenoid, sedangkan jika warna hijau yang muncul itu karena adanya steroid
- Reaksi ini harus di cek dengan melakukan penambahan hanya asam sulfat pekat pada lobang plat tetes yang satu lagi dan amati warnanya. Jika warna sama bisa jadi contoh tnaman yang diteliti tidak memiliki terpenoid tetapi senyawa lain yang bisa bereaksi dengan asam sulfat pekat
Adapun berikut ini link video untuk percobaan Isolasi Senyawa Bhan Alam (Ateroid dan Terpenoid)
Pertanyaan:
1. Saat simpllisia akan dipanaskan dan sidapatkan ekstraknya, pada posedur digunkan etanol. Apakah fungsi dari etanol disini?
2. Selain menggunakan asam sulfat, bahan kimia apa yang bisa digunakan untuk elakukan uji dari terpenoid ini?
3. Terpenoid sudah banyak dikenal didunia kesehatan. Adakah efek buruk dari senyawa terpenoid ini?
Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Fungsi etanol disini ialah sebagai pelarut pada proses ekstraksi senyawa steroid dan terpenoid dari suatu simplisia.
BalasHapusSaya Bella Veronica (095) akan mencoba menjawab pertanyaan no.3 menurut saya untuk kekurangan terpenoid itu sendiri pasti ada, karena terpenoid ini walaupun berasal dari alam seperti tumbuh-tumbuhan tetap memiliki kekurangan juga
BalasHapusBaiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 2 dari dari saudari .
BalasHapusBahan selain asam sulfat untuk uji terpenoid yaitu asan cuka.
Terimakasih