LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)
I.
Data
Pengamatan
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATAN |
|
1. labu dasar
bulat diisi oleh magnet strirring, lalu di isi dengan 27,6 gr asam salisilat,
kemudian di masukkan ke dalam labu yang berisi ditambahkan 30 ml methanol, 9
ml asam sulfat pekat 93% |
Digunakan asam
salisilat ini sebagai bahan dasar, methanol sebagai reaktan dan juga pelarut
dan untuk asam sulfat disini digunakan sebagai katalis. Untuk magnet stirring
digunakan sebagai pengaduk selama proses refluks. |
Dibagian bawah
terdapat asam salisilat tidak larut, dibagian atas larutan berwarna ungu muda |
|
2. direfluks
dengan labu di dalam mantel pemanas, sambil diaduk dengan magnet stirring
selama 1,5 jam |
Tujuan
dilakukannya refluks yaitu untuk menyempurnakan hasil reaksi |
Larutan
menjadi sedikit kuning agak keruh, lalu bening |
|
3. campuran di
destilasi dengan magnet pemnas sampa sisa methanol habis dalam campuran pada
suhu 70,3oC. selama menunggu dibuat larutan natrium bikarbonat
jenuh didalam gelas kimia lain |
Dilakukan
destilasi dengan tujuan untuk menghilangkan sisa methanol dari campuran |
Larutan
menjadi sedikit kuning keruh |
|
4. residu
dipindahkan ke gelas kimia lalu ditambahkan larutan natrium bikarbonat jenuh
yang sudah dibuat tadi. Sambil di aduk sampai pH nya berubah menjadi netral, |
Ditambahkan
larutan natrium bikarbonat disini ialah untuk menetralkan larutan, natrium
bikarbonat itu bersifat basa |
Terdapat 2
lapisan, dibagian atas berwarna putih keruh sedangkan dibagian bawah berwarna
kuning. |
|
5.
dipindahakan campuran kedalam corong pisah, lalu ditambahkan diclorometana
sebanyak 30 ml lalu digoncang. |
Corong pisah
disini digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dalam campuran dan
diclorometana digunakan untuk melarutkannya. |
Terbentuk 2
lapisan yaitu berwarna kuning dan dan laisan bawah berwarna kuning keputihan
agak keruh |
|
6. lapisan
bawah dipindahkan ke gelas kimia lalu dimasukkan ke dalam labu dasar bulat.
Diisi dengan magnet stirring dan dilakukan destilasi dan ditampung hasil destilasinya ke labu
dasar bulat |
Tujuan
dilakukan destilasi disini ialah untuk mengurangi kadar air dan diclorometna
yang terdapat dalam larutan, sehingga hanya menyisakan metil salisilat |
Pada labu
pertama berwarna putih keruh, pada labu kedua larutan berwarna bening. |
|
7. destilat
labu kedua dipindahkan ke dalam botol hitam dan ditimbang |
Untuk
memudahkan menimbang produk yang dihasilkan |
Larutan
berwarna bening, dihasilkan 25,2 gram metil salisilat |
Perhitungan
Diketahui:
·
Massa
Asam Salisilat : 27,6 gr
·
Mr
Asam Salisilat : 138 gr/mol
·
Volume
H2SO4 93% : 9 ml
·
Volume
Methanol : 30 ml
·
Methanol : 0,79189 g/ml
·
metil salisilat : 1,17 g/ml
Mol
Asam Salisilat
![]()
Massa
Metanol
![]()
![]()
![]()
Mol
Methanol
![]()
Reaksi:

C7H6O3 + CH3OH à
C8H8O3 + H2O
Mula-mula 0,2
mol 0,742 mol - -
Reaksi
0,2 mol 0,2
mol 0,2 mol 0,2 mol
Sisa - 0,542 mol 0,2 mol 0,2 mol
Secara Teoritis
Massa Metil Salisilat ![]()
Volume Metil Salisilat ![]()
Volume
Metil Salisilat yang didapat dalam percobaan
Massa Metil Salisilat =
25,2 gr
![]()
![]()
![]()
II.
Pembahasan
Pada
percobaan kali ini bertujuan untuk bisaensintesis ester metil salisilat (minyak
gandapura). Percobaan kali ini juga masih belum bisa dilakukan secara langsung
oleh praktikan dikarenakan kondisi saat ini yang masih belum membaik terkait
virus covid-19.
Jadi
untuk memahami percobaan ini praktikan mengambil sumber dan menganalisisnya
dari video youtube. Dimana pada video ini digunakan bahan asam salisilat
sebanya 27,6 gr, methanol 30 ml dan asam sulfat dengan konsentrasi 93% sebanyak
9 ml. Ketiga bahan ini dicampur terlebih dahulu. Penambahan antara asam
saisilat dengan methanol disini merupakan awal dari mulainya reaksi esterifikasi
yang nantinya akan menghasilkan metil salisilat dan air. Asam sulfat disini
digunakan sebagai katalis gunanya untuk mempercepat jalannya suatu reaki. Pada
prosesnya dilakukan pengadukan secara terus-menerus dengan menggunakan magnet
stirring.
Selanjutnya
campuran tadi si refluks selama kurang lebih 1,5 jam. Tujuan dari dilakukannya
refluks yaitu supaya reaksi bisa berlangsung dengan baik.
Seteah
dilakukan refluks, campuran ini di destilasi dengan mantel pemanas sampai sisa
methanol dicampur habis pada suhu 70,3oC. selama campuran di
destilasi dibuat juga larutan natrium bikarbonat jenuh digelas kimia yang lain.
Tujuan dilakukannya destilasi disini ialah supaya sisa methanol dalam campuran
itu bisa hilang. Selanjutnya residu dipindahkan ke gelas kimia kemudian
ditambahkan larutan natrium bikarbonat yang sudah dibuat tadi. Dan pastikan pH
nya berubah yang awalnya asam menjadi netral. Pemberian dari natrium bikarbonat
disini ialah untuk menetralkan larutan karena sifat dari natrium bikarbonat
sendiri ialah basa. Hasill dari langkah ini yaitu didapatkan 2 lapisan larutan
yang mana pada bagian atas berwarna putih keruh dan di bagian bawah berwarna
kuning.
Dipindahkan
campurannya ke dalam corong pisah dengan penambahan diclorometana sebanyak 30
ml lalu digoncang. Corong pisah digunakan untuk memisahkan komponen dalam
campuran dan diclorometana disini digunakan sebagai pelarutnya. Hasilnya yaitu
didapatkan 2 lapisan larutan yng atas berewarna sedikit kekuningan sedangkan
yang bawah berwarna kuning keputihan dan agak keruh.
Lapisan
yang berada di bagian bawah tadi di pisahkan ke dalam gelas kimia, lalu
dimasukkan ke dalam labu dasar bulat. Diberi stirring dan hasil destilasi nya
di tampung. Proses destilasi disini fungsinya yaitu untuk mengurangi kadar air
dan diclorometana daam larutan supaya hasil yang didapatkan yatu murni larutan
metil salisilat. Pengamatan yang terlihat disini yaitu pada labu pertama
larutnnya berwarna putih eruh, sedangkan pada labu destilat berwarnna bening.
Langkah
akhir yaitu mengukur metil salisilat yang di dapatan, untuk memudahkan dalam
penimbangannya maka larutan di pindahkan ke botol zat lalu ditimbang didapatkanlah
hasilnya yaitu sebanyak 25,2 gr. Dimana seteah dikonversikan sesuai dengan
perhitungan diatas didapatkan volume metil salislat sebanyak 21,538 ml.
III.
Kesimpulan
1. Pembuatan
minyak gandapura dari asam salisilat dan methanol disini menggunakan reaksi
esterifikasi. Dimana pada reaksi ini akan menghasilkan metil salisilat (Minyak
Gandapura) dan molekul air.
2. Minyak
gandapura atau metil salisilat adalah ester dari suatu asam karboksilat yang
secara sintesis bisa didapat dengan mereaksikan asam salisilat dengan alcohol,
sampai reaksinya mencapai kesetimbangan.
3. Sifat
fisik dan kimia dari metil salisilat yaitu cairanna berwarna bening kekuningan
dengan aroma wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alcohol dan
eter.
4. Jenis
reaksi sintesis dalam pembuatan minyak gandapura ini adalahh reaksi
esterifikasi. Reaksi esterifikasi yaitu suatu reaksi antara asam karboksilat
dengan alcohol yang akan menghasilkan ester dan molekul air.
IV.
Pertanyaan
1. Pada
beberapa video yang sudah di analisis, terdapat beberapa perbedaan yaitu ada
yang dalam prosesnya menggunakan proses destilasi da nada yang tidak. Apakah
pengaruh tidak dilakukan destilasi dalam pembuatan metil salislat ini?
2. Pada
percobaan ini dihitung rendemennya, jadi apakah yang dimaksud dari rendemen
itu, dan kenapa suatu rendemen bisa tinggi?
3. Bagaimana
caranya agar bisa didapatkan suatu minyak gandapura yang murni?
V.
Daftar Pustaka
Fessenden J.R. dan
Fessenden S.J. 1981. Kimia Organik.
Jakarta: Erlangga
Firdaus. 2009. Teknik Laboratorium dan Penuntun Prakitkum
Kimia Organik. Makasar : Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA
Universitas Hassanudin.
Priambodo, dkk. 2019. Pembuatan Metil Salisilat Menggunakan Asam
dengan Metode Tanpa Pelarut. Jurnal Atomik. Vol. 04, No. 1.
Setiadi, dkk. 2016. Kinetika Reaksi Esterifikasi Monooleat(GMO)
dengan Katalisator Zeolit Alam Bayah Teraktivasi Asam. Junral: Integrasi
Proses. Vol 6, No. 2
Tim Dosen Praktikum
Kimia Organik II. 2020. Penuntun
Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi
Saya Erik Surya Kurniawan (A1C118027) akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Jadi destilasi pada percobaan ini ialah untuk memisahkan sisa metanol yang ada dalam produk (metil Salisilat) sehingga apabila tidak dilakukan proses destilasi akan menyebabkan produk yang dihasilkan tidak murni.
BalasHapusNama saya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 3 yaitu dilakukannya rekristalisasi karna ini merupakan metode pemurnian kristal dari pengotor- pengotornya. Campuran yang akan dimurnikan akan dilarutkan dalam pelarut yang bersesuaian pada temperatur yang dekat dengan titik didihnya. Selanjutnya untuk memisahkan zat pengotor dari zat yang diinginkan, dilakukan penyaringan dan diteruskan ke pendinginan sampai didapat kristal.
BalasHapusSaya Bella Veronica (095) akan menjawab permasalahan no.2 rendemen dalam hal praktikum ini ialah hasil akhir yang kita capai misalnya yaitu metil salisilat yang didapatkan. Dan untuk faktor suatu rendemen itu tinggi ialah faktor internal (bahan/zat yang digunakan) dan eksternal (tindakan praktikkan dalam melakukan praktikum).
BalasHapus