JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Isolasi Senyawa p-Metoksi Sinamat dari Kencur"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
LUTFI PRAIDHA AMYARSITA
(A1C118015)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Isolasi Senyawa p-Metoksi Sinamat dari Kencur
II. Hari, Tanggal : Kamis, 03 Desember 2020
III. Tujuan :
Adapula tujuan dari dilakukannya percobaan ini adalah:
- Dapat menguasai teknik-teknik dari isolasi bahan alam terkhusus pada senyawa fenilpropanoid
- Dapat mengenali sifat-sifat kimia dari fenilpropanoid dari reaksi-raksi pengenalan yang spesifik
IV. Landasan Teori
Kencur adalah tumbuhan tropis yang kerap dijumpai dikebun, taman obat, juga halaman rumah ang biasanya digunakan sebagai bahan masak atau bumbu dapur, selain itu kencur juga mrupakan salah satu tanaman obat tradisional Indonesia. Senyawa kimia yang ada di dalam kencur ini antara lain ada etil p-metoksi sinamat. Kadanya di daam kencur cukup tinggi bahkan bisa mencapa 10% karena itulah , p-metoksi sinamat dapat dengan mudah di isolasi dari umbinya dengan menggunakan suatu pelarut yang dinamakan pelarut petroleum atau etanol (Tim Kimia Organik II, 2020)
Rimpang dari kencur ada didalamtanah dan bergerombol serta bercabang-cabang dengan induk rimpang yang berada di tengah. Kulit ari dari kencur ini berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih sedikit kekuningan dengan kandungan air yang banyak. Untuk rimpang yang lebih tua akan ditumbuhi dengan akar-akar di ruas rimpang berwarna putih kekuningan itu.
Etil p-metoksi sinamat (EPMS) merupakan termasuk hasil isolasi rimpang atau umbi dari kencur yang merupakan bahan dasar dari senyawa tabir surya yaitu memiliki fungsi sebagai pelindung kulit dari sengatan sinar mtahari. EPMS uga termasuk dalam senyawa ester dengan kandungan cincin benzene dan gugus metoksi bersifat nonpolar. Gugus karbonilnya yang mengikat etil yng bersifay sedikit polar sehingga dalam proses ekstraksinya bisa menggunakan pelarut yang bervariasi kepolarannya (Puspaningrat, 2019).
Senyawa fenil propanoid yang kerap ditemukan itu merupakan keturunan dari asam sinamat dan juga kumarin. Sedangkan senyawa golongan flavonoid yang kera ditemukan itu merupakan golongan antosianin, jadi masih ada peluang yang cukup besar untuk diteliti, untuk tahap awal dalam melakuka isolasi biasanya dilakukan ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan metanola atu alcohol lain (Isma, dkk. 2018)
Tanaman kencur melimpah dan sering ditemukan di Indonesia yang mana biasanya digunakan sebagai ramuan obat tradisional dan bumbu masa, sehingga banyak ptani yang membudidayakan kencur ini sebagai sumber perdagangan mereka. Bagian dari kencur yang dijual itu adalah buah akarnya yang tumbuh di dalam tanah atau bisa disebut juga dengan rimpangatau umbi (Fessenden, 1982).
Untuk mendapatkan ekstrak dari kensur bisa digunakan cara ekstraksi soxlet, yang mana ekstraksi merupakan metode pemisahan yang memperlibatkan adanya pemindahan substansi dari fase material ke fase lain, kemudian fase ini juga tidak bisa larut satu samma lain jadi kedua larutan ini akan terpisah. Metode ini biasa dipkai untuk memisahkan bahan alam yang terkandung di dalam tanaman dengan menggunakan pelarut yang sesuai (Selamat, 2003).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Alat ukut TI - penangas air
- Labu bulat aas datar - corong biasa
- KLT - kertas saring
- Corong Buchner - Erlenmeyer 250 ml
- Evaporator
5.2 Bahan
- Etanol - kloroform
- Kencur yang sudah ditumbuk - asam sulfat klorida
- Methanol - NaOH
VI. Prosedur Kerja
6.1 Isolasi etil p-metoksi sinamat
- Diberikan serbuk kencur yang sudah dihaluskan ke dalam Erlenmeyer + 100 ml petroleum eter fraksi 60-80o
- Dihangatkan beberapa menit dalam penangas air dan sambil digoyang
- Didiamkan selama 30 menit di temperatur kamar lalu disaring
- Filtrate yang didapat digabung dan di pekatkan dibawah tekanan rendah
- Larutan pekat di dinginkan dalam air es, padatannya disaring, filtratnya dipekatkan lagi
- Hitung rendemen, rekristalisasi dilakukan dalam petroleum eter, dan di uji titik lelehnya dan bandingkan dengan literature
6.2 Pemeriksaan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
- Sampel krstal isolasi dilarutkan di petroleum eter
- Ditotolkan ke plat KLT dengan ukuran 2x cm.
- Jarak bawah 0,5 cm, digunakan etil p-metoksi sinamat dan asam p-metoksi sinamat sebagai standar pembanding
- Masukkann ke chamber dijenuhkan dengan eluen klorofirm
- Pengamatan bercaknya digunakan sinar UV
- Hitunf Rf-nyadan bandingkan dengan standar
-
6.3 Pemeriksaan Spektroskopi Ultra Violet
- Kristal yang didapat dari isolasi tadi dilarutkan dengan methanol
- Dibuat spectrum ultra violet dengan daerah panjang gelombang 200-300 nm
6.4 Pemeriksaan Spektroskopi Infra Red
- Kristal tadi buta pelet dengan KBr kering
- Lalu di buat spectrum infra red nya.
Berikut adalah link video untuk percobaan isolasi Senyawa p-metoksi Sinamat dari Kencur
Pertanyaan
1. Bagaimana kita bisa tau jika Kristal yang didapat adalah benar-benar p-metoksi sinamat, padahal kita tidak melakukan pengujian terhadap kencur setelah di isolasi?
2. Apakah fungsi dari penggoyangan larutan saat dipanskan?
3. Apa tujuan dari larutan yang dipekatkan dibawah tekanan rendah?
Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 2. Fungsi dari penggoyangan larutan saat dipanaskan yaitu agar larutan tercampur merata dan homogen.
BalasHapusSaya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 3
BalasHapusAgar pada saat proses pendinginan lebih mudah didapat kan padatannya
Baiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 1 dari dari saudari .
BalasHapusKita menentukan kriatal p-metoksi sinemar tersebut dengan melihat bwntuk kristal yang terbentuk.
Terimakasih