JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK III "Uji Asam Amino dan Protein"

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

 

 


 

DISUSUN OLEH:

LUTFI PRAIDHA AMYARSITA

(A1C118015)

 

DOSEN PENGAMPU:

Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

       I.            Judul               : Uji Asam Amino dan Protein

    II.            Hari, Tanggal  : Kamis, 17 Desember 2020

 III.            Tujuan             :

Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu

1.      Dapat mempelajari kimia gugus asam dan ugus amina pada asam amino dan protein

2.      Dapat membandingkan sifat-sifat golongan primer alami (protein) dengan onomernya (asam amino)

3.      Dapat memepelajari beberapa bahann pangan yang mengandung protin dan juga asam amino.

4.      Dapat menentukan reaksi pada koagulasi protein

5.      Dapat menentukan reaksi protein dengan logam-logam berat.

 

 IV.            Landasan Teori

Protein yang dijumpai kadang-kadang berkonjugasi dengan makromolekul atauun mikromolekul seperti polisakarida, lipid dan bisa saja fosfat. Protein yang terkonjugasi dikenal antara lain fosfoprotein, nucleoprotein, lipoprotein dan masih ada lagi yang lain. Protein yang dibutuhkan oleh organisme bisa digolongkan menjadu 2 golongan utama yaitu: protein sederhana dan protein terkonjugasi. Protein sederhana adalah protein yang jika dihidrolisis maka hasilnya hanya asam amino. Tetapi protein terkonjugasi ialah protein yang jika dihidrolisis tidak hanya menghasilkan asam amino tetapi juga menghasilkan senyawa-senyawa organic atau nonorganic lain yang biasa dikenal dengan gugus prostetic (Sumarno dalam Tim Kimia Organik II, 2020)

Protein adalah polimer yang terdiri dari lebih 20 jenis asam amino. Asam amino inipun dibagi menjadi 2 kelompok yaitu asam amino esensial dan asam amino nonesensial. Terdapat 12 jenis asam amino nonesensial yang bisa diproduksi oleh utbuh, sedangkan ada 8 asam amino ialah jenis asam amino esensial yang harus didapatkan dari makanan (Darmayanti, dkk. 2017).

Reaksi yang paling penting pada asam amino ini adalah pembentukan ikatan peptide. Yang mana prinsipnya yaitu pembentukan peptide ini ialah menggabungkan gugus amino dan juga gugus karboksil dari 2 asam amino dengan menghilangkan satu molekul air. Unsur asam amino penyusun peptide ini biasanya disebut juga dengan residu asam amino. Peptide yang terdiri dari 2 asam amino ataupun lebih, antar residu asam amino yang dikaitkan dengan ikatan peptide atau amida. Untuk penamaan peptidanya dipedomani berdasarkan banyaknya residu, bukan dari banyaknya ikatan peptide, contohnya, peptide yang disusun dari 3 residu maka disebut dengan tripeptida (Sugiyono, 2004).

Asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak bisa disintesis atau dibuat sendiri oleh tubuh atau didalam tubuh, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhhannya harus didapat dari makanan sumber protein yang disebut juga dengan asam amino eksogen. Asam amino sering juga dikenal sebagai zat pembangun yang merupakan hasil akhir dari metabolisme protein. Struktur dari asam amino yang secara umum itu adalah satu atom C (karbon) yang mengikat 4 gugus yaitu ada gugu amina, karboksil, atom hydrogen, dan satu gugus sisa yaitu R atau residu (Winarno, 1997).

Protein yang cukup besar memberikan nilai gizi yang ckup naik, protein merupakan sumber asam-asam amino yang memiliki peran sebagai zat pembangun. Protein juga mempunyai sifat fungsional pada proses pengolahan pangan yaitu antara lain seperti emulsifier, pembentukan busa dan lain sebagainya (Gianto, Dkk. 2017).

    V.            Alat dan Bahan

5.1  Alat

-          Pipet   - thermometer  - tabung reaksi

5.2  Bahan

-          HNO3 pekat              - NaOH 10%               - CuSO4 10%

-          HCl 10%                    - albumin 5%               -NaOH pekat

-          HCl 5%                      - NaNO2 5%               - asam glutamate

-          AgNO3 1%                - albumin telur             - gelatin

-          HNO3 pekat

 VI.            Prosedur Kerja

6.1  Koagulasi Protein

-          5 atbung reaksi diisi masing-masing 2 ml Albumin 5%.

-          Tabung 1 dipanaskan pelan-pelan dengan api kecil

-          Tabung 2 ditambah 4 ml etanol dan HCl

-          Tabung 3 diberi beberapa tetes HCl pekat.

-          Tabung 4ditambah beberapa tetes HNO3 pekat

-          Tabung 5 ditambah beberapa tetes NaOH pekat.

 

6.2  Pengendapan Protein dan Kation

-          Disediakan 5 tabung reaksi

-          Tabung 1 diisi 5 ml air

-          Tabung 2 diisi dengan albumin 5%

-          Tabung 3 diisi dengan 5ml air dan 4 tetes HCl 10%

-          Tabung 4 diisi dengan 5 ml air dan 4 tetes NaOH 10%

-          Tabung 5 diisi dengan 5ml albumin 10% dan 4 tetes NaOH 10%

-          Ke setiap tabung di isi 2ml CuSO4

6.3  Pengaruh Logam Berat pada Protein dan Larutan Asam Amino

-          Dicampurkan beberapa tetes AgNO3 1% + 1 ml bagian dari albumin telur, gelatin dan larutan asam glutamate pada tabung yang berbeda.

6.4  Reaksi Warna Biuret untuk Protein

-          Dimasukkan 1ml albumin 5% ke tabung reaksi + 1 ml NaOH 10% lalu + 1 tetes CuSO4 1%

 

6.5  Reaksi Xantoproteat dengan Protein

-          Dimasukkan seumlah kecil serbuk kasein/gelatin ke tabung reaksi + 1 ml HNO3 pekat, lalu dipanaskan.

Adapun video untuk percobaan Uji Asam Ammino dan Protein adalah sebagai berikut:

https://youtu.be/BTMyRvBPhbQ

Pertanyaan:

1.      Apakah zat tripeptida akan memberikan hasil yang positif untuk uji biuret?

2.      Apakah yang mempengaruhi denaturai protein?

3.      Bagaimanakah proses terjadi nya koagulasi protein?

 

 

Komentar

  1. baiklah saya susilawati (091) aka menjawab permasalahan no 3. Koagulasi merupakan proses lanjutan yang terjadi ketika molekul protein yang didenaturasi membentuk suatu masa yang solid. Koagulasi ini terjadi selama rentang waktu temperatur yang lama dan dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya panas, pengocokan, pH, dan garam.

    BalasHapus
  2. Saya Bella Veronica menjawab permasalahan no.2 yang mempengharui denaturasi (proses pengubahan) protein adalah tingkat pemanasan yang dilakukan dan kondisi asam atau basanya.

    BalasHapus
  3. Saya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 1
    Menurut saya iya karena senyawa ini akan memberikan warna ungu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK III "Uji Lemak"

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Uji Karbohidrat"

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II "Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol"