JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK III "Uji Lemak"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
LUTFI PRAIDHA AMYARSITA
(A1C118015)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Uji Lemak
II. Hari, Tanggal : Kamis, 17 Desember 2020
III. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat mengenal akan beberapa sifat lemak
2. Dapat mengetahui reaksi penyabunan dari lemak maupun minyak
IV. Landasan Teori
Lipid ialah termasuk ke dalam kategori molekul biologis yang besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa yang dikenal sebagai lipid bisa digolongkan bersama dikarenakan mempunyai satu ciri yang penting yaitu lipid tidak mempunyai atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. Sifat hidrofobik liid didasarkan pada strukturnya. Walaupun lipid dapat memiliki ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebahagian besar terdiri atas hidrokarbon (Tim Dosen Kimia Organik II, 2020)
Lemak yang murni itu tidak memiliki warna, tidak berbau dan juga tidak memiliki rasa. Lmak tumbuh-tumbuhan yang berwarna itu dikarenakan oleh adanya pigmen asalnya, seperti karoten, xantofil, dan klorofil. Karena proses kimia juga seperti proses oksidasi atau pun proses hidrolisis, rasa dan aroa dari lemak menjadi tidak enak atau bau tengik. Lemak netral, merupakan yang kemak penyusunnya mempunyai rantai karbon yang panjang, tidak bisa larut dengan air tetapi bisa larut dengan lemak. Pelarut lemak yang baik digunakan untuk melarutkannya adalah kloroform, benzene, dan dietil eter (Sumardjo, 2009).
Sabun merupakan surfaktan yang dipakai dengan air untuk membersihkan sesuatu. Sabun yang biasanya berbentuk padat tecetak seperti batangan dikarenakan sejarah dan bentuk ummumnya. Sabun menurunkan tegangan permukaan air yang mana dikarenakan itu mmungkinkan air untuk membasahi bahan yang dicuci dengan lebih efektif tentunya (Naomi, 2013).
Lemak adalah suatu senyawa yang terbentuk dari gliserol asam lemak (asam Karboksilat) dan memiliki sifat sebaga senyawa yang tidak larut dalam air, tetapi bisa larut dalam pelarut organic yang non-polar seperti contohnya ayitu hidrokarbon atau dietil eter. Dalam proses uji lemak ini, lemak bisa dihiutng dengan berbagai macam cara atau metode analisis salah satunya yaitu metode ekstraksi langsung. Atau lebih sering dikenal dengan metode soxhlet (Asmariani, dkk. 2017).
Asam lemak bebas yang ada di dalam minyak goring adalah asam lemak yang berantai panjang dan tidak teresterifikasi. Asam lemak bebas ini mengandung asam lemak jenuh yang berantai panjang pula. Semakin banyak dikonsumsi maka akan meningkatkan kadar low density lipoprotein pada darah yang merupakan kolesterol jahat. Banyak asam lemak bebas yang ada didalam minyak goring ini menurunkan kualitas minyak (Sopianti, dkk. 2017).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Tabung reaksi - pro pipet - vortex
- Plat tetes - gelas ukur - pipet ukur
- Indicator universal - plat tetes - gelas beker
- Rak tabung reaksi
5.2 Bahan
- Minyak - aquadest - indicator PP
- Larutan eter - larutan sabun - larutan CH3COOH
- Larutan CaCL2 1% - MgSO4 1% - larutan Pb Asetat 1%
- Larutan HCl pekat - lautan KMnO4 0,1N
VI. Prosedur Kerja
6.1 Cara Kerja Uji Pembentukan Garam
- Sabun 30ml dimasukkan ke gelas beker. Dicek pHnya sampai 7
- Jika belum smapai pH 7 ditambahkan larutan CH3COOH sampai pHnya 7
- Larutan dibagi menjadi 3 tabung reaksi sama rata.
- Tabung 1 diberi 5 ml sabun + CaCl2 1% 7 tetes
- Tabung 2 diberi 5 ml larutan sabun + 7 tetes MgSO4 1%
- Tabung 3 berisi 5 ml larutan sabun + 7 tetes Pb Asetat 1%
6.2 Cara Kerja Uji Hidrolisa Sabun
- Larutan sabun 10 ml+ 5 ml aquadest. Ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan indicator PP 3 tetes, lalu di vortex sampai homogen.
6.3 Cara Kerja Uji Sifat Emulsi Lemak
- Tabung reaksi 1, 2 ml aquadest + 5 tetes minyak
- Tabung reaksi 2, 2 ml aquadest + minyak 5 tetes dan larutan sabun 2 ml, lalu divortex dan didiamkan.
6.4 Cara Kerja Uji Sifat Ketidakjenuhan Lemak
- 2ml minyak + 5 ml eter dimasukkan ke tabung reaksi, lalu divortex.
- Kmudian ditambahkan KMnO4 0,1 N sebanyak 3 tetes.
6.5 Cara Kerja Uji Pembuatan Asam Minyak
- 5ml larutan sabun + HCl pekat 3 ml dimasukkan ke tabung reaksi, lalu divortex dan didiamkan hingga terbentuk dua lapisan.
Berikut adalah link video untuk percobaan Uji Lemak
Pertanyaan:
1. Jelaskan perbedaan dari sabun kalium dan sabun natrium?
2. Bagaimana proses saponifikasi pada percobaan ini?
3. apa sajakah sifat-sifat dari lemak?
Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Adapun sifat yang menjadi ciri penting dari lemak ini yaitu memiliki sifat tidak larut dalam air namun dapat larut dalam zat pelarut non polar seperti eter, kloroform,dan benzene. Lipid atau lemak ini bersifat non polar atau hidrofobik. Terimakasih
BalasHapussaya Adinda Putri (008) akan menjawab permasalahan no 1 dimana sabun kalium terbuat dari lemak dengan KOH sifatnya lunak dan umumnya digunakan untuk sabunmandi cair, sabun cuci pakaian dan perlengkapan rumah tangga .
BalasHapussedangkan sabun natrium terbuat darilemak NaOH sifatnya keras dan umumnya digunakan sebagai sabun cuci, dalam industri logam dan untuk mengatur kekerasan sabun kalium.
Saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2 yaitu proses saponifikasi yaitu lemak akan terhidrolisis oleh basa menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Proses pencampuran antara minyak dan alkali kemudian akan membentuk suatu cairan yang mengental, yang disebut dengan trace. Pada campuran tersebut kemudian ditambahkan garam NaCl. Garam NaCl ditambahkan untuk memisahkan antara produk sabun dan gliserol sehingga sabun akan tergumpalkan sebagai sabun padat yang memisah dari gliserol. Pengujian sifat sabun yang dihasilkan adalah sabun dapat mengemulsi minyak. Terima kasih
BalasHapus